Bismillahirrahmanirrahiim
Akhir Akhir ini ada opini salah seorang yang bergelar Profesor yang bernama Quraish Shihab, yang mengatakan bahawa Nabi Muhammad SAW, belum pasti masuk surga
Nauzubillahimizalik......
Wahai anakku
Ketahuilah bahwa Rosulullah adalah satu satunya nabi yang dapat memberi safaat untuk umat di akhirat nanti
Penafsiran yang salah dari Quran dan hadish nabi, dapat membuat pemahaman yang salah pula.
Pada penafsiran hadish nabi ini : nabi memberitahukan sahabat bahwa amal bukan penyebab seseorang masuk surga, kemudian sahabat bertanya, bagaimana halnya denganmu ya rasulullah?, nabi menjawab, " Demikian juga dengan aku, kecuali Allah menaungiku dengan Rahmatnya".
Dari hadish diatas. kita tidak menyimpulkan bahwa nabi belum tentu masuk surga
Tapi kita mesti menyimpulkan bahwa seluruh amal kita tidak dapat mengantar kita kesurga, tapi Rahmat Allah yang membawa kita ke surga tsb.
Jadi kalau kita memahami demikian maka kita tidak mejadi orang yang ujub, yang mengandalkan amal ibadah, lupa dengan Allah, sementara Amalan kita itu sendiri adalah karunia Allah, bukan berasal dari diri sendiri, sebagaimana yang papa terangkan pada tulisan papa terdahulu.
Orang yang selalu mengingat Allah, dia pasti akan lupa dengan selainNya, Semakin banyak mengingat Allah, maka semakin banyak melupakan amal diri.
Nabi juga pernah berkata bahwa" Ada orang yang selama hidupnya melakukan amalan surga , hingga antara dia dan surga hanya sejengkal, tapi Allah telah menetapkan dia di neraka, maka diakhir akhir kehidupannya dia melakukan amalan neraka, Dan ada orang yang sepanjang hidupnya melakukan amalan neraka hingga antara dia dengan neraka berjarak sejengkal, tapi Allah telah tetapkan dia sebagai Ahli Sorga, maka diakhir akhir hidupnya dia melakukan amalan surga,...dst".
wahai anakku.
Sadarlah bahwa yang perlu engkau raih adalah penyerahan diri kepada Allah, penyerahan diri ini yang dimaksud muslim.
Kita hanya seorang hamba Allah, makhluk ciptaanNya, dan Dia berbuat apa yang dikehendakiNya
Imam safei pernah ditanya oleh iblis,
" Aku diciptakan oleh Allah sesuai kehendakNya, kemudian Aku berbuat sesuai kehendakNya pula, Kemudian aku dimasukkan keneraka atau ke surga sekendakNya pula, Adilkah Allah itu?".
Maka imam Syafei menjawab," Kalau engkau melakukan perbuatan menurut kehendakmu, maka engakau ( Iblis ), tentu engkau sangat tolol, tapi, kalau engkau berbuat menurut kehendak Allah, maka Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya"
Contoh sederhana:
Kamu membuat sesuatu barang yang sangat bagus dan indah, kemudian barang yang telah kamu buat itu kamu bakar / kamu hancurkan, apakah itu salah?
tentu kamu akan menjawab tidak salah, sebab kamu yang membuat, terserahmu apa yang akan kamu lakukan kepada apa yang kamu buat itu.
Imam syafei berdoa " Ya Allah, kalau Engkau masukkan aku ke sorgaMu, aku tidak pantas, Kalau Engkau masukkan aku ke nerakaMu, aku tidak kuat, Ya Allah ampunilah semua dosa dosaku, kemudian terserah Engkau dimana aku Engkau tempatkan".
Seorang imam besar, merasa tidak pantas jika dimasukkan kedalam surga, padahal dia memiliki sangat banyak amal shaleh hingga dia termasuk jajaran dari imam yang empat.
Dia shalat bisa Ribuan Rakaat dalam sehari, mengatamkan Quran setiap saat, tidak ada amalanya yang tercela yang dibuatnya, tapi dia merasa tidak pantas dimasukkan ke surga.
Makanya wahai anakku, amalan mu sangat tidak ada artinya.
Ada seorang ulama sufi disuruh banyak bertobat kepada Allah, kemudian dia menjawab;
"Sekiranya tobat itu berupa makhluk dan dia mendatangiku, maka aku akan mengusirnya, sebab aku memohon kepada Allah untuk terhindar dari segala dosa, Jika Allah memandangku dengan Rahmtnya, apalah artinya dosa dosaku, jika Allah memandangku dengan keadilanNya, apalah artinya amal ibadahku"
Wahai anakku ..
Sadarilah, bahwa seluruh yang engkau terima, termasuk seluruh amalan shaleh yang kamu lakukan, itu semua adalah pemberian Allah. Tidak ada yang dapat kamu lakukan walaupun hanya sebesar atom sebuah amal sholeh.
Jadi kalau amal shalehmu berasal dari Allah, terus amalanmu yang mana yang akan kamu andalkan untuk mengantarkanmu kesurga?
Akhir Akhir ini ada opini salah seorang yang bergelar Profesor yang bernama Quraish Shihab, yang mengatakan bahawa Nabi Muhammad SAW, belum pasti masuk surga
Nauzubillahimizalik......
Wahai anakku
Ketahuilah bahwa Rosulullah adalah satu satunya nabi yang dapat memberi safaat untuk umat di akhirat nanti
Penafsiran yang salah dari Quran dan hadish nabi, dapat membuat pemahaman yang salah pula.
Pada penafsiran hadish nabi ini : nabi memberitahukan sahabat bahwa amal bukan penyebab seseorang masuk surga, kemudian sahabat bertanya, bagaimana halnya denganmu ya rasulullah?, nabi menjawab, " Demikian juga dengan aku, kecuali Allah menaungiku dengan Rahmatnya".
Dari hadish diatas. kita tidak menyimpulkan bahwa nabi belum tentu masuk surga
Tapi kita mesti menyimpulkan bahwa seluruh amal kita tidak dapat mengantar kita kesurga, tapi Rahmat Allah yang membawa kita ke surga tsb.
Jadi kalau kita memahami demikian maka kita tidak mejadi orang yang ujub, yang mengandalkan amal ibadah, lupa dengan Allah, sementara Amalan kita itu sendiri adalah karunia Allah, bukan berasal dari diri sendiri, sebagaimana yang papa terangkan pada tulisan papa terdahulu.
Orang yang selalu mengingat Allah, dia pasti akan lupa dengan selainNya, Semakin banyak mengingat Allah, maka semakin banyak melupakan amal diri.
Nabi juga pernah berkata bahwa" Ada orang yang selama hidupnya melakukan amalan surga , hingga antara dia dan surga hanya sejengkal, tapi Allah telah menetapkan dia di neraka, maka diakhir akhir kehidupannya dia melakukan amalan neraka, Dan ada orang yang sepanjang hidupnya melakukan amalan neraka hingga antara dia dengan neraka berjarak sejengkal, tapi Allah telah tetapkan dia sebagai Ahli Sorga, maka diakhir akhir hidupnya dia melakukan amalan surga,...dst".
wahai anakku.
Sadarlah bahwa yang perlu engkau raih adalah penyerahan diri kepada Allah, penyerahan diri ini yang dimaksud muslim.
Kita hanya seorang hamba Allah, makhluk ciptaanNya, dan Dia berbuat apa yang dikehendakiNya
Imam safei pernah ditanya oleh iblis,
" Aku diciptakan oleh Allah sesuai kehendakNya, kemudian Aku berbuat sesuai kehendakNya pula, Kemudian aku dimasukkan keneraka atau ke surga sekendakNya pula, Adilkah Allah itu?".
Maka imam Syafei menjawab," Kalau engkau melakukan perbuatan menurut kehendakmu, maka engakau ( Iblis ), tentu engkau sangat tolol, tapi, kalau engkau berbuat menurut kehendak Allah, maka Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya"
Contoh sederhana:
Kamu membuat sesuatu barang yang sangat bagus dan indah, kemudian barang yang telah kamu buat itu kamu bakar / kamu hancurkan, apakah itu salah?
tentu kamu akan menjawab tidak salah, sebab kamu yang membuat, terserahmu apa yang akan kamu lakukan kepada apa yang kamu buat itu.
Imam syafei berdoa " Ya Allah, kalau Engkau masukkan aku ke sorgaMu, aku tidak pantas, Kalau Engkau masukkan aku ke nerakaMu, aku tidak kuat, Ya Allah ampunilah semua dosa dosaku, kemudian terserah Engkau dimana aku Engkau tempatkan".
Seorang imam besar, merasa tidak pantas jika dimasukkan kedalam surga, padahal dia memiliki sangat banyak amal shaleh hingga dia termasuk jajaran dari imam yang empat.
Dia shalat bisa Ribuan Rakaat dalam sehari, mengatamkan Quran setiap saat, tidak ada amalanya yang tercela yang dibuatnya, tapi dia merasa tidak pantas dimasukkan ke surga.
Makanya wahai anakku, amalan mu sangat tidak ada artinya.
Ada seorang ulama sufi disuruh banyak bertobat kepada Allah, kemudian dia menjawab;
"Sekiranya tobat itu berupa makhluk dan dia mendatangiku, maka aku akan mengusirnya, sebab aku memohon kepada Allah untuk terhindar dari segala dosa, Jika Allah memandangku dengan Rahmtnya, apalah artinya dosa dosaku, jika Allah memandangku dengan keadilanNya, apalah artinya amal ibadahku"
Wahai anakku ..
Sadarilah, bahwa seluruh yang engkau terima, termasuk seluruh amalan shaleh yang kamu lakukan, itu semua adalah pemberian Allah. Tidak ada yang dapat kamu lakukan walaupun hanya sebesar atom sebuah amal sholeh.
Jadi kalau amal shalehmu berasal dari Allah, terus amalanmu yang mana yang akan kamu andalkan untuk mengantarkanmu kesurga?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar