Kamis, 07 Mei 2015

Nabi Muhammad SAW sudah pasti masuk surga

Bismillahirrahmanirrahiim

Akhir Akhir ini ada opini salah seorang yang bergelar Profesor yang bernama Quraish Shihab, yang mengatakan bahawa Nabi Muhammad SAW, belum pasti masuk surga
Nauzubillahimizalik......

Wahai anakku
Ketahuilah bahwa Rosulullah adalah satu satunya nabi yang dapat memberi safaat untuk umat di akhirat nanti
Penafsiran yang salah dari Quran dan hadish nabi, dapat membuat pemahaman yang salah pula.

Pada penafsiran hadish nabi ini : nabi memberitahukan sahabat bahwa amal bukan penyebab seseorang masuk surga, kemudian sahabat bertanya, bagaimana halnya denganmu ya rasulullah?, nabi menjawab, " Demikian juga dengan aku, kecuali Allah menaungiku dengan Rahmatnya".

 Dari hadish diatas. kita tidak menyimpulkan bahwa nabi belum tentu masuk surga

Tapi kita mesti menyimpulkan bahwa seluruh amal kita tidak dapat mengantar kita kesurga, tapi Rahmat Allah yang membawa kita ke surga tsb.

Jadi kalau kita memahami demikian maka kita tidak mejadi orang yang ujub, yang mengandalkan amal ibadah, lupa dengan Allah, sementara Amalan kita itu sendiri adalah karunia Allah, bukan berasal dari diri sendiri, sebagaimana yang papa terangkan pada tulisan papa terdahulu.

Orang yang selalu mengingat Allah, dia pasti akan lupa dengan selainNya, Semakin banyak mengingat Allah, maka semakin banyak melupakan amal diri.

Nabi juga pernah berkata bahwa" Ada orang yang selama hidupnya melakukan amalan surga , hingga antara dia dan surga hanya sejengkal, tapi Allah telah menetapkan dia di neraka, maka diakhir akhir kehidupannya dia melakukan amalan neraka, Dan ada orang yang sepanjang hidupnya melakukan amalan neraka hingga antara dia dengan neraka berjarak sejengkal, tapi Allah telah tetapkan dia sebagai Ahli Sorga, maka diakhir akhir hidupnya dia melakukan amalan surga,...dst".

wahai anakku.

Sadarlah bahwa yang perlu engkau raih adalah penyerahan diri kepada Allah, penyerahan diri ini yang dimaksud muslim.

Kita hanya seorang hamba Allah, makhluk ciptaanNya, dan Dia berbuat apa yang dikehendakiNya

Imam safei pernah ditanya oleh iblis,
" Aku diciptakan oleh Allah sesuai kehendakNya, kemudian Aku berbuat sesuai kehendakNya pula, Kemudian aku dimasukkan keneraka atau ke surga sekendakNya pula, Adilkah Allah itu?".
Maka imam Syafei menjawab," Kalau engkau melakukan perbuatan menurut kehendakmu, maka engakau ( Iblis ), tentu engkau sangat tolol, tapi, kalau engkau berbuat menurut kehendak Allah, maka Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya"

Contoh sederhana:

Kamu membuat sesuatu barang yang sangat bagus dan indah, kemudian barang yang telah kamu buat itu kamu bakar / kamu hancurkan, apakah itu salah?

tentu kamu akan menjawab tidak salah, sebab kamu yang membuat, terserahmu apa yang akan kamu lakukan kepada apa yang kamu buat itu.

Imam syafei berdoa " Ya Allah, kalau Engkau masukkan aku ke sorgaMu, aku tidak pantas, Kalau Engkau masukkan aku ke nerakaMu, aku tidak kuat, Ya Allah ampunilah semua dosa dosaku, kemudian terserah Engkau dimana aku Engkau tempatkan".

Seorang imam besar, merasa tidak pantas jika dimasukkan kedalam surga, padahal dia memiliki sangat banyak amal shaleh hingga dia termasuk jajaran dari imam yang empat.

Dia shalat bisa Ribuan Rakaat dalam sehari, mengatamkan Quran setiap saat, tidak ada amalanya yang tercela yang dibuatnya, tapi dia merasa tidak pantas dimasukkan ke surga.

Makanya wahai anakku, amalan mu sangat tidak ada artinya.

Ada seorang ulama sufi disuruh banyak bertobat kepada Allah, kemudian dia menjawab;

"Sekiranya tobat itu berupa makhluk dan dia mendatangiku, maka aku akan mengusirnya, sebab aku memohon kepada Allah untuk terhindar dari segala dosa, Jika Allah memandangku dengan Rahmtnya, apalah artinya dosa dosaku, jika Allah memandangku dengan keadilanNya, apalah artinya amal ibadahku"

Wahai anakku ..

Sadarilah, bahwa seluruh yang engkau terima, termasuk seluruh amalan shaleh yang kamu lakukan, itu semua adalah pemberian Allah. Tidak ada yang dapat kamu lakukan walaupun hanya sebesar atom sebuah amal sholeh.
Jadi kalau amal shalehmu berasal dari Allah, terus amalanmu yang mana yang akan kamu andalkan untuk mengantarkanmu kesurga?


Minggu, 03 Mei 2015

Jin

Bismillahirrahmanirrahiim.

Wahai anak anakku

Pada masa dahulu, jin adalah makhluk yang sangat takut kepada manusia, tapi dengan adanya beberapa kejadian yang membuat jin merasa kuat dari manusia, seperti terjadi pada suatu rombongan yang sedang memasuki hutan, kemudian mereka meminta izin kepada penghuni hutan yang tidak terlihat oleh mata kepala, dan ini memberikan kesan bahwa manusia takut kepada Jin yang ada di hutan tsb, dan hal ini berlanjut sampai saat ini.

Ketahuilah bahwa tidak ada satupun makhluk ciptaan Allah ini yang lebih sempurna dari manusia, baik itu Malaikat, iblis ( jin ), makanya Allah ketika sudah meniupkan ruh kepada adam, Malaikat diperintah untuk sujud kapada adam, Dan ada satu yang tidak mau sujud yaitu Iblis, yang mana dia merasa lebih baik daripada adam as.

Memang ketika Di surga Iblis sangat taat, dan memiliki bulu yang sangat bagus dibandingkan malaikat lain, sehingga iblis menjadi imam para malaikat, dan makhluk yang dilebihkan Allah diantara makhluk lainnya, namun ketika Adam diciptakan iblis merasa direndahkan, hal ini memicu kesombongannya, dengan mengatakan " aku lebih baik dari pada adam a.s", sehingga dia tidak taat kepada perintah Allah untuk sujud kepada adam.

Pada dasarnya iblis seperti mengatakan bahwa dia hanya mau sujud kepada Allah saja, dan merendahkan sesuatu selain Allah, tapi dia lupa bahwa perintah sujud itu dari Allah yang dia muliakan, maka dia termasuk orang yang sombong, dan mengusirnya dari surga.
Maka iblis meminta" Karena Engkau telah tetapkan aku sesat, maka hidupkanlah aku sampai hari kiamat, akan aku sesatkan anak adam, hingga tidak engkau dapati mereka berterimakasih(bersyukur), kecuali sedikit".

nah anakku, dari sedikit kisah diatas, dapat kita tarik sedikit kesimpulan tentang kesempurnaan makhluk ciptaan Allah.

Manusia Adalah makhluk yang paling sempurana, manusia memiliki sifat melebihi makhluk lain, bukan berbeda dari makhluk lain, tapi lebih lengkap dibanding makhluk Allah yang lain, Jadi apa yang dimiliki oleh makhluk lain juga dimiliki oleh manusia, dan tidak semua yang dimiliki manusia dimiliki makhluk lain.

Makhluk yang kita bahas disini tentang manusia, jin dan malaikat, Manusia memiliki semua sifat iblis, sedangak iblis memiliki semua sifat malaikat, contohnya bila Allah memberi ciptaanNya dengan 7 sifat, maka iblis memiliki 6 sifat, sedangkan Malaikat memiliki 5 sifat, penjabarannya seperti ini:

Manusia memiliki  1.2.3.4.5.6.7
Iblis memiliki        1.2.3.4.5.6
Malaikat memiliki 1.2.3.4.5.

Sifat yang dikaruniakan Allah kepada manusia 7 sifat:
1. Hidup
2. Mengetahui
3. Berkehendak
4. Berkuasa
5. Mendengar
6. Melihat
7. Berkata.

Sifat Iblis ( Jin )
1. Hidup
2. Mengetahui
3. Berkehendak
4. Mendengar
5. melihat.
6. Berkata

Sifat Malaikat:
1. Hidup
2. Mengetahui
3. Mendengar
4. Melihat
5. berkata

Oleh karena itu dapat kita lihat kesempurnaan yang dimiliki manusia tsb.
Kesempurnaan ini sekaligus menjadi kelemahan manusia
Malaikat tidak memiliki kehendak dan kuasa, sehingga dia Hanya Patuh kepada Allah.
Iblis Memiliki kehendak, sehingga dia bisa menentang perintah Allah yang tidak sesuai kehendaknya sendiri, tapi dia tidak memiliki sifat Kuasa sebagaimana manusia.

Dari jabaran diatas dapat kita tarik kesimpulan Bahwa Manusia bisa berbuat lebih mulia dari pada Malaikat, dan bisa lebih Rendah dari iblis.

apa itu setan:
Setan bukan merupakan bentuk makhluk, tapi lebih merupakan bentuk perbuatan.
Setan terdapat pada golongan Jin, dan golongan manusia. Jadi tidak semua Jin adalah setan.
Bila manusia / jin melakukan perbuatan iblis, maka dia adalah setan.

Allah sudah menegaskan bahwa "setan adalah musuh yang nyata bagimu"

Apakah setan dapat Dililhat :
 Bila ada yang mengatakan bahwa setan tidak dapat dilihat, maka dia tidak memahami ayat ayat Allah tentang setan, Padahal Allah mengatakan Bahwa setan adalah musuh yang nyata ( jelas ),  sesuatu yang nyata tentu dapat dilihat, Namun bagi yang ahli berdebat tentu akan mendebat ini dengan potongan ayat Qur`an, padahal tidak ada Allah mengatakan bahwa setan itu tidak dapat dilihat, tapi Allah mengatakan Bahwa Setan itu " Mereka dapat melihatmu dari suatu tempat yang kamu tidak dapat melihat mereka".
Contoh: seperti melihat presiden di televisi, Kita dapat melihat presiden, sedangkan presiden tidak dapat melihat kita, kenapa?. karena dia tidak dapat melihat tempat kita.

Makhluk Gaib:

Sangat jelas kita hampir yakin kalau  Jin itu termasuk makhluk Gaib, sedangkan Allah dan Rasul tidak pernah mengatan demikian. Kalau lah jin Itu makhluk Gaib, maka kita wajib iman/percayaa kepadanya.
Sebab Allah berfirman:".......dan orang  yang beriman kepada yang ghoib, dan mendirikan Shalat,......."

Yang Ghoib Disini tidak menujuk Jin didalamnya, yang ghoib inilah yang dinamakan Rukun Iman.
Sedangkan Jin adalah makhluk seperti kita, namun tidak memiliki kodrat ( kuasa ), hingga dia tidak memiliki tubuh/bentuk seperti manusia.

Hal ini sangat jelas bertentangan dengan opini orang orang sesat, bahkan mereka mengatakan macam macam bentuk jin tsb, ada yang hijau, merah , biru, tinggi, besar, kecil, dll sbgainya.

Memang ada orang yang dapat melihat sosok jin, tapi sosok itu tidak mewakili sosok jin yang utuh, sebab jin dapat mewujudkan dirinya sesuai keyakinan orang yang melihatnya, tapi kebanyakan mereka dapat melihat sosok itu didalam pikiran mereka saja, atau didalam mimpi mimpi.

Wahai anakku, Ketahuilah Jin itu tidak memiliki bentuk seperti yang kamu bayangkan, tapi bisa berbentuk seperti apa yang kamu bayangkan.

Jin itu makhluk nyata, sehingga dapat dilihat dengan ilmu ( pengetahuan ).

Allah sudah katakan bahwa setan itu. "......Mereka dapat melihatmu dari suatu tempat yang kamu tidak dapat melihat mereka"
salah satu contohnya:
bila kamu tinggal dipadang, sedangkan temanmu tinggal di jakata, apakah kamu dapat melihat teman mu itu?, tentu tidak, tapi apakah temanmu itu tidak dapat dilihat (ghoib)?,,,,tentu dapat dilihat jika kamu pergi ketempatnya atau dia pergi ketempatmu.

wahai anakku... ini hanya sepintas pengetahuanmu tentang Jin, jangan ada takut dihatimu kepada mereka, sebab mereka tidak kuasa berbuat apapun kepadamu kecuali dengan hanya menyerumu denagan bisikan didalam pikiranmu saja, sangat patut kiranya merekalah yang takut kepadamu jika kamu mengetahui (berilmu).

Tayangan yang ada ditelevisi tentang alam lain, dan sebagainya, lebih banyak memberi mudarat ketimbang manfaat.
Banyak orang mencari jejak jin ditempat yang sunyi dan gelap, seperti kuburan dan rumah kosong, padahal mereka lebih banyak tinggal dirumah yang ada penghuninya, sebab mereka dapat minum dan makan dan berpakaian bersama manusia, tanpa harus repot berusaha sendir.

Bagaimana dia makan bersama manusia?

Bila kamu makan tidak mengucapakan Basmalah, maka Jin ikut makan makananmu, jika kamu minum tanpa basmalah, maka jin akan ikut meminum minumanmu, jika kamu berpakaian tampa basmalah, maka jin ikut memakai pakaianmu.

Jangan engakau biarkan dia sejahtera dimanapun kamu berada, rumah yang penghuninya selalu ingat Allah, maka Jin tidak akan merasa betah dirumah itu..

Bersambung....................